siaran moji tv

    Release time:2024-10-08 00:25:25    source:808scoretv   

siaran moji tv,dewiqq login,siaran moji tvJakarta, CNN Indonesia--

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) beralasan menetapkan 1 Muharram 1446 Hijriah jatuh pada Senin (8/7) atau mulai Minggu (7/7) malam lantaran tidak ada yang melaporkan melihat hilal 1 Muharram 1446 H pada Sabtu, 6 Juli 2024 lalu.

"Telah dilaporkan penyelenggaraan rukyatul hilal pada Sabtu Wage, 29 Dzulhijjah 1445 H / 6 Juli 2024 M. Laporan lokasi yang menyelenggarakan rukyatul hilal pada saat ini terlampir. Semua lokasi tidak melihat hilal," tulis Lembaga Falakiyah PBNU dikutip di laman resmi NU.

Lihat Juga :
Kaesang Hingga Anak Puan Maharani Ikuti Kirab 1 Suro di Mangkunegaran

Oleh karena itu PBNU beralasan menetapkan awal bulan Muharram 1446 Hijriah jatuh pada Senin (8/7) atau mulai Minggu (7/7) malam atas dasar istikmal atau bulan sebelumnya digenapkan 30 hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Adib mengatakan kalender Hijriah didasarkan pada peredaran bulan dan lebih pendek sekitar 10-12 hari dibandingkan dengan tahun matahari. Pergantian tanggal ditandai dengan terbenamnya matahari.

Lihat Juga :
PBNU Tetapkan 1 Muharram 1446 Hijriah Jatuh di 8 Juli 2024

Saat terbenam matahari pada 29 Zulhijjah 1445 H, ketinggian hilal di Indonesia berkisar antara antara 3,06 derajat di Merauke sampai 5,84 derajat di Sabang. Sedangkan elongasi berkisar antara 6,91 derajat di Merauke sampai 8,17 derajat di Sabang.

Ia menjelaskan jika tidak mendung, maka hilal sudah mudah diamati, sehingga dengan demikian ditetapkan bahwa awal Muharram 1446 H jatuh pada 7 Juli 2024.

"Hal ini merujuk pada penyusunan Kalender Hijriah Indonesia yang menggunakan kriteria Imkanur Rukyat MABIMS yaitu berdasarkan tinggi hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat yang diukur atau ditentukan di seluruh wilayah Indonesia," kata Adib melansir website resmi Kemenag.

Adib mengatakan penetapan awal Muharram yang berbeda tidak perlu diperdebatkan. Adib mengajak semua umat muslim memegang teguh ukhuwah Islamiyah.

"Penetapan awal Muharram yang berbeda ini tidak menjadikan hal yang perlu diperdebatkan, karena memang mekanisme penentuannya berbeda dan Kalendernya sebetulnya sama. Kami mengajak semua umat Islam untuk tetap memegang teguh ukhuwah Islamiyah, mengutamakan toleransi, dan melakukan ibadah sesuai dengan keyakinan yang dipedomani," kata Adib.

(rzr/fra)